awan

awan
Above Java

Tuesday, 10 January 2012

Natsumi Hayahi-sama

Natsumi-sama menginspirasi dunia. sama kayak the Beatles dulu.
saya salah satu pengikutnya, dan ternyata ada juga @levitasihore di dunia twitter.

menurut saya, ga ada yang sesempurna framenya Natsumi-sama. sebenarnya bukan sekedar fotonya sih yang bisa dicontoh, tapi niatnya :)
liat sini buat tahu apa yang saya omongin. salam melayang!


jepretan juru foto pribadi saya: Dhya :p



















sebelum 2011 berubah





setengah detik yang ga 'keliatan' sama mata normal :)

Tuesday, 3 January 2012

Tuesday, 13 December 2011

belajar melayang

salah satu cara menikmati hari yang cerah :)


ps: klik foto sebelah dong!makasih!

Sunday, 4 December 2011

super emo

emo (bacanya biasa aja, emo bukan imo) adalah istilah yang biasa digunakan salah satu teman baik saya ketika sedang merasa terharu, sedih dan sebagainya.

di khutbah solat jumat kemaren, saya lagi emo kuadrat sepertinya, entah kenapa. khutbah kedua yang biasanya pendek dan berbahasa arab, kali ini tidak. khotib menyisipkan satu cerita berbahasa indonesia yang berhasil membuat saya menangis sesenggukan. sebagai tambahan, khotibnya tipe yang bersuara lantang dan ekspresif. begini ceritanya..

"..setingnya adalah Fukushima setelah terkena tsunami. di sebuah kamp pengungsian, ada seorang anak kecil yang mengantri pembagian makanan. orang tuanya entah kemana. ia mengantri di tengah-tengah orang dewasa lainnya dan antriannya pun cukup panjang. dengan bajunya yang basah dan lusuh ia sabar menunggu. seorang polisi penjaga keturunan Vietnam melihat anak kecil tersebut dan merasa kasihan. mencoba berempati, ia lalu berjalan ke meja pembagian ransum dan mengambilkan satu porsi untuk si anak kecil itu. diberikannya makanan itu kepada si anak, berterima kasihlah dia dengan sopan. setelah menerima makanan, bukannya dimakan ransum itu, si anak berjalan ke depan dan mengembalikan makanan tersebut ke meja pembagian. sang polisi terheran-heran dan bertanya mengapa dikembalikan makanan tadi. si anak menjawab dengan polosnya, "tidak apa-apa, pak. tapi saya nanti pasti akan dapat giliran kok".
lihatlah! di luar sana, bahkan oleh umat bukan muslim, kepentingan umat didahulukan! bahkan oleh seorang anak kecil! di sini?! di negara kita?!.."

seselesainya dua rakaat solat jumat itu, saya ga bisa gerak. saya cuma bisa membayangkan anak kecil tadi sambil menangis. entah kenapa saya menghayati betul cerita tadi. saya bayangkan dengan detail lokasi pasca tsunami, badan si anak yang kedinginan juga kelaparan. lucunya, bisa saja cerita tadi hanya rekaan. saya tahu itu. tapi kenapa saya tetap menangis. saya mencoba mencari-cari alasan apakah saya pernah mengambil hak orang lain. apakah saya pernah sejahat itu. jika tidak, kenapa cerita tadi ngena banget buat saya. sorenya, saya ceritakan perasaan saya ke Dhya..sama saja. eyes losing clear vision. blurred.

sejak khutbah, saya janji sama diri sendiri. saya ga akan jadi bagian dari orang-orang yang senang mengambil hak orang lain. insyaallah.

yang saya masih bingung, kenapa ada situasi tertentu yang bisa berefek luar biasa buat orang-orang tertentu. ya saya tahu sih, memang stimulus yang sama bisa mengakibatkan respon yang berbeda-beda, tapi untuk kasus ini saya masih bingung..kenapa?

semoga kepercayaan kita masing-masing semakin kuat dan terjaga.

Thursday, 24 November 2011

sepersekian

kita semua tahu kalo apapun yang naik pasti turun. malah ada yang bilang naik-turun lebih enak. eh, jangan mikir jorok.
kadang kita di atas, kadang di bawah. kadang senang, kadang sedih. kadang manja-manjaan, kadang berantem.
seandainya ya kalo kita lagi di posisi ga enak, kita bisa selalu mikir 'semua ini hanya sepersekian detik/menit/jam/hari dari hidup kita', betapa mudahnya kita laluin ketidakenakan itu semua. 


DAN JUGA SEBALIKNYA. and the other way around. visa versa. 


kalo kita lagi seneng, jangan lupa besok-besok kita pasti bakal 'dikasih' yang ga enak. 


ps: penulis juga masih banyak harus belajar dalam hal ini :D





Thursday, 10 November 2011

rekam

ga ada habisnya memang kalo cerita tentang kota-lima-tahun-ku, Jogja. 

buka-buka file lama, hasil scan cd dari si Ica, bikin rasa kangen ini meluap-luap. tapi cuma bikin saya nulis ini, ga sampe pergi ke sana dan mengulang kembali semua pengalaman yang dulu jadi keseharian saya.

pohon dengan bunga-bunga kecil berwarna merah menyala digantikan oleh menara beton berlapis kaca. indahnya matahari pagi udah ga pernah lagi 'direkam'. kalau beruntung, ada sunset berwarna oranye, pink, biru tua dan abu-abu yang bisa dilihat dari lantai kesembilan sekolah saya. 

semua berubah memang, tapi kalau pinter bersyukur...santai lah :D